February 19th, 2008 by just-du-it
otak saya kembali berdengung…dengan kenyataan yang mungkin saja tidak pada tempatnya…
sebuah tulisan tentang kenyataan akan sebuah bangsa yang tidak lain…Indonesia…
tulisannya
berbunyi seperti ini…… "tidak hanya mengimpor beras dan
kedelai…bangsa yang 3/4 luasan wilayahnya adalah lautan ini juga
mengimpor garam"…..miris bacanya…… sekacau itukah bangsa
ini……cuma itu…oh,tentu saja tidak…Indonesia masuk guiness’ book of record untuk pengrusakan hutan paling cepat di dunia…
saat
bangsa lain berlomba untuk mendirikan icon negaranya..bangsa ini masih
berkutat dengan urusan import kedelai dan garam..mmm….. ini baru
untuk urusan perut, perut ane,perut ente,perut kita semua… ni perut
bisa jadi masalah besar buat kita semua, mule dari yang pake mercy,
honda butut, hingga olahragawan sejati alias jalan kaki ampe betis nya
kayak tukang becak..
saat urusan perut masih salah urus, tentu bukan
hal yang aneh jika lingkungan terbangun pun tidak dikelola dengan
benar. hampir semua kota tidak memiliki desain tata kota yang
berkelanjutan. apalagi bangunan nya, bangsa ini bangsa yang matre.
bukan kualitas yang dikejar, tapi seberapa tinggi tumpukan rupiah yang
masuk kantong sendiri….
saya pun berpikir bagaimana bisa profesi
arsitek bisa berkembang, jika yang terpikir adalah berapa banyak proyek
yang bisa dikerjakan, bukan pada kualitas desain nya…
bangsa ini akan terus tertidur..hingga suatu hari terbangun dengan tatapan terbata-bata.
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
February 19th, 2008 by just-du-it
senin pagi, setelah sekian lama tidak menonton benda bersuara dan
bergambar yang namanya tipi, tepatnya di Tran*7. sebuah acara yang awam
di telinga, island escape. entah acara apa ini, tapi berhubung lumayan
unik, ditonton saja. sebuah seni instalasi dan kontemporer. visualisasi
seni, theater lebih tepatnya.kali ini di alam terbuka, di alam terbuka
lebih tepatnya. sang aktor mempertonotonkan terciptanya tokoh adat
setempat, tepatnya dimana pertunjukan ini diadakan yaitu di suatu pulau
di pasifik, dan beberapa orang bule mengelilinginya. tanpa batas
ataupun tempat khusus bagi penonton. kumpulan bule ini mengikuti sang
aktor kemana pun ia pergi. scene berikutnya, sang aktor mengambil air
dari danau dan membasuh wajah dan kepalanya. angle kamera mulai menjauh
hingga setting pertujukan semakin gamblang terlihat. weleh..weleh
ternyata area pertunjukan merupakan area bangunan yang telah lama saya
kenal. sebuah bangunan multi fungsi karya Renzo Piano di pasifik.
seorang arsitek yang saya jadikan preseden semester kemaren…fuh…
sangat
jauh dari bayangan saya, betapa bangunan kini telah menjurus menjadi
tidak lebih dari instalasi seni yang tentu saja sangat tidak bisa
dipandang sebelah mata lagi. suatu tempat yang terus berkembang tidak
hanya menjadi tempat bernaung, tetapi juga harus dapat menjadi acuan
karya seni dan bagian dari seni itu sendiri, apa yang kita rasakan saat
berada di suatu tempat tidak hanya menjadi aspek eksternal dari sesosok
manusia, tetapi lambat laun akan menyatu dengan diri dan menjadi bagian
deri seni yang sangat intens kita rasakan. suatu instalasi seni skala
besar, yaitu KEHIDUPAN MANUSIA. pertemuan
jiwa dan rasa denga fisik sekitar yang kita sentuh, atau bahkan yang
tidak terbayangkan sama sekali telah menjadi bagian alam bawah sadar
manusia itu sendiri. apakah akan sangat berguna atau tidak, tergantung
diri kita sendiri. apakah akan menyau dengan instalasi seni serba luas
ini atau hanya akan menjadi penonton yang mengikuti setiap gerakan
sang aktor
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 19th, 2008 by just-du-it
pagi ini, sekitar kam 11 pagi. dah agak siang si. saya meluncur ke
kampus berkawan supra x biru tercinta. begitu sampe perpempatan MM UGM,
ada yang aneh. sebuah bus Hyundai dengan warna aneh melintas. sang
sopir tersenyum dari dalam kendaraannya. tulisan di depannya trans jogja.
WOW. walopun ditentang sana sini, dihujat, diragukan, belum lagi
haltenya yang dirusak, program ini jalan juga. sebuah penantian yang
sangat dramatis. saat jogja disesaki kendaraan pribadi, terobosan ini
akan menjadi sangat penting. sepeda motor terutama, hampir setiap
jengkal di kota ini delalui benda besi beroda dua ini. seenaknya pula.
belum lagi dengan bus umumnya. saya, sebagai penghuni kota gudeg ini
bahkan belum pernah sekalipun naek bus umum, sekalipun. ngeliat bus
umum ugal-ugalan aja udah ga kuat. apalagi asepnya,ampun deh. nah,
begitu ngeliat si trans jogja lewat, seneng, bangga pula. jogja gak
nyontoh kota besar lain, semisal jakarta, semarang pa surabaya yang
cuma mentingin kendaraan pribadi, membangun jalan tol dimana-mana dan
akhirnya begitu udah gak muat di kota bari nyalahin jalur hijau, gusur
sana gusur sini, perlebar jalan. dan jelas tidak meyelesaikan masalah.
jogja, si kota pendidikan yang udah menuju ke kota besar, udah menuju
ke arah yang benar, lebih mementingkan mass transport system dibanding private car. sangat
merakyat. suatu saat jalan-jalan sudah tidak cukup lagi, kendaraan
berorientasi massa akan menjadi solusi yang sangat mungkin. kendaraan
pribadi hanya akan menjadi alternatif saat terdesak, bukan pilihan
utama. selain dapat mengurangi kemacetan, konsumsi energi akan lebih
terasa. tidak hanya slogan semata..
program trans jogja jelas banyak kurangnya, kurang publikasi, informasi, prasarana en de el el.
tapi jelas jogja sudah berada di arah yang benar dalam menata transportasi dan kota pada aspek yang lebih luas.
salut!
Posted in Uncategorized | No Comments »